Situs Liyangan, Bukti Peradaban Mataram Kuno

Situs Liyangan, Bukti Peradaban Mataram Kuno
FOTO: Situs Candi Liyangan Temanggung

TEMANGGUNG - Situs Liyangan adalah situs purbakala berupa candi dan kawasan pemukiman yang berada di lereng timur Gunung Sindoro, tepatnya di pemukiman warga Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo. Daerah ini berjarak sekitar 20 kilometer arah barat laut dari kota Temanggung, kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sabtu(17/4/2021)

Dari penelitian arkeologi didapatkan informasi bahwa kerajaan kuno ini diperkirakan dibangun pada zaman mataram kuno. Situs ini ditemukan pada 2005 oleh penduduk setempat yang sedang menambang pasir. Penduduk Liyangan pada umumnya memiliki mata pencaharian sebagai petani dan pennambang pasir.

Penemuan situs ini berawal ketika warga setempat menambang pasir di area tersebut, mereka menemukan candi yang berada pada kedalaman 8 meter di bawah permukaan tanah. Penemuan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung dengan melakukan peninjauan ke lokasi.

Area ini kemudian diekskavasi oleh Balai Arkeologi Yogyakarta dengan tujuan untuk observasi potensi temuan lebih lanjut. Wilayah penemuan ini kemudian semakin meluas. Seiring dengan perkembangan penelitiannya, situs ini diperkirakan merupakan pemukiman penduduk karena pada situs ini ditemukan gerabah, keramik cina, dan berbagai artefak lainnya.

Situs tersebut bisa dikunjungi mengacu titik pusat kota Temanggung, perjalanan dilanjutkan menuju arah Kecamatan Parakan. Dari Parakan menyusuri jalan utama jalur yang menuju ke Weleri, Kendal. Dari Waleri dilanjutkan ke Ngadirejo, ambil arah jalan lingkar Ngadirejo. Tiba di perempatan, ambil arah Jumprit, sampai menemukan gapura bertuliskan “Dusun Liyangan Desa Purbosari”. Dari gerbang gapura tersebut, pengunjung bisa masuk melalui gerbang desa menuju permukiman warga, lalu berjalan lurus melalui jalan bebatuan sampai masuk area persawahan, dan sampailah ke lokasi Situs Liyangan

Situs Liyangan ditemukan pada tahun 2008 oleh penambang pasir di desa Purbosari, kecamatan Ngadirejo, kabupaten Temanggung. Lokasi situs ini berada pada ketinggian sekitar 1400 mdpl, 20 kilometer arah barat laut dari kota Kabupaten Temanggung, provinsi Jawa Tengah. Di sekitar candi juga ditemukan bekas bangunan rumah yang mengindikasikan adanya pemukiman di lokasi ini pada masa lalu.

Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Temanggung telah membebaskan lahan sekitarnya seluas 5.630 meter persegi milik warga setempat untuk kepentingan penelitian situs ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pemukiman pada situs ini diduga berasal dari masa Mataram Kuno yang terkubur akibat letusan gunung Sindoro.

Penemuan Situs ini memperkuat hipotesis bahwa deretan pegunungan Merapi, Sindoro, Sumbing, dan Dieng menjadi semacam poros berkembangnya kawasan Mataram Kuno. Jawa Tengah dipercaya mulai berkembang menjadi pusat budaya klasik pada abad awal abad 7-10 Masehi.

Situs Liyangan adalah aset kekayaan bangsa yang harus dilestarikan. Situs Liyangan memberi manfaat yang banyak bagi masyarakat Indonesia dan dunia, diantarnya yaitu menguak peradaban Mataram Kuno, sebagai pembanding ilmuwan untuk menggali sejarah peradaban Mataram Kuno.(agl)

Agung Setiyo

Agung Setiyo

Previous Article

Berkenalan dengan Ustaz Mualaf di Balik...

Next Article

Pemkab Magelang Pastikan Stok Ketersediaan...

Related Posts